Hoax Adalah Musuh Bersama. Mari Kita Melawan Bersama. Follow @agusmbojo

Monday, February 26, 2018

Presiden Jokowi saat mencoba rute Wisma Atlet-GBK Senayan. Foto Agus Rahmat

Setelah PDI Perjuangan, sebagai partai utama pengusung Joko Widodo, mendeklarasikan mengusung kembali di Pilpres 2019, maka pencarian selanjutnya adalah siapa pendampingnya.

Banyak elit partai, yang sudah mendeklarasikan dirinya secara terang-terangan untuk menjadi calon wakil presiden. Ada juga yang masih malu-malu. Tapi menjadi calon wakil presiden siapa, juga masih belum jelas.

Nah, Jokowi yang ingin menjabat lagi untuk periode keduanya, 2019-2024, tentu harus menggandeng wakilnya yang bisa menarik suara. Hampir semua hasil survei memang menempatkan Jokowi di posisi puncak, meninggalkan pesaing beratnya Prabowo Subianto yang kemungkinan diusung kembali oleh Gerindra.

Tapi menurut Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda, dalam rilis survei terbarunya beberapa waktu lalu, meski Jokowi berada di atas tetapi posisinya belum aman. Yakni, belum sampai pada keterpilihan 70 persen lebih.

Banyak nama, yang kemudian dimunculkan untuk mengisi posisi calon wakil presiden untuk Jokowi ke depan. Diantaranya, Ketua Umun PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PPP Romahurmuziy, Gubernur DKI Anies Baswedan, Gubernur NTB TGH. Muhammad Zainul Majdi atau TGB, Ketua Dewan Pembina Hanura Wiranto, hingga Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY.

Tentu banyak calon yang bisa dipilih oleh Jokowi. Namun di tengah pertarungan Pilpres 2019 yang diprediksi sangat panas, maka banyak pihak menilai Jokowi juga harus berhati-hati.

Jokowi sendiri mengaku, memang saat ini masih dilakukan penggodokan. Tapi mantan gubernur DKI itu juga punya tim untuk mencari siapa yang pantas mendampinginya hingga lima tahun di periode kedua nanti.

"Masih dalam proses, baru penggodokan, pematangan baik partai-partai maupun tim internal saya," kata Jokowi, usai meresmikan pabrik bioteknologi Kalbio Global Medika (KGM) di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa, 27 Februari 2018.

Dua tim bergerak. Yakni dari partai-partai pendukung, maupun tim dari Jokowi sendiri. Bahkan sebelum dideklarasikan untuk diusung kembali secara resmi oleh PDIP pada Rakernas di Bali Jumat 23 Februari 2018 lalu, memang Jokowi mengakui sudah melakukan pertemuan-pertemuan dengan partai koalisi.

Ketum PPP Romahurmuziy atau Romi, mengatakan pertemuan dengan Jokowi itu memang membahas siapa yang akan menjadi cawapres nantinya. Mungkin saat ini belum sampai pada siapa sosok yang akan dipilih.

"Ini semuanya baru dalam proses pematangan, penggodokan mengenai kriteria, belum berbicara mengenai siapanya," kata Jokowi.

Namun yang pasti, Jokowi akan menentukan dalam waktu dekat. Mengingat tahapan Pilpres 2019 sudah dimulai pada Agustus 2018 ini. So, siapa kira-kira yang dipilih?

"Jadi ditunggu saja. Sabar. Pemuda-pemuda kita ini kenapa enggak sabar sih," seloroh Jokowi.

0 comments:

Arsip Tulisan

Total Pageviews

Terpopuler