Pesawat Pak Jokowi (2)

 

Sayap pesawat Kepresidenan RI (by: agusmbojo)

Jus Kacang Ijo Yang Jadi Rebutan

Mungkin semacam welcome drink di sebuah pesta yang saya saksikan di film. Maklum, belum pernah merasakan di dunia nyata. Begitu naik di pesawat Boeing 737-800, akan disuguhkan minuman itu, jus kacang ijo.

Seperti diceritakan bagian pertama (1), begitu naik dan duduk di kursi yang telah disediakan, maka pramugari akan langsung menghampiri. Tentu dimulai dari depan, hingga ke bagian belakang pesawat RI-1 tersebut. 

Yang dibagikan adalah handuk kecil berwarna putih yang hangat. Itu biasa digunakan untuk mencuci muka dan juga tangan. Segar rasanya usai membasuh dengan kain itu. Apalagi setelah berpanas-panas dan keringatan.

Lalu juga disajikan minuman dengan gelas yang mini. Biasanya ada 2-3 jenis minuman, semuanya jus, kita tinggal milih yang disukai. Salah satunya jus kacang ijo itu. Dia yang paling laris, jadi jangan heran kalau belum tuntas dibagikan tapi sudah sold out.

Apa istimewanya? 

Begini, saya bukan riviewer kuliner atau sejenisnya sehingga agak terbatas untuk menggambarkan seberapa nikmatnya jus kacang ijo ini. Dia agak kental, manisnya pas (kayak kamu #ea). Saya pernah membandingkan dengan jus serupa di tempat lain, rasanya tetap jauh berbeda.

Pernah suatu waktu, saat pesawat Kepresidenan sudah stabil di ketinggiannya, ada teman yang bertanya ke pramugarinya. Menanyakan apakah bisa minta jus kacang ijo lagi. Artinya, memang enak sih.

Pernah suatu waktu, lupa kapan tepatnya, ada teman yang menawari jus kacang ijo ala pesawat Kepresidenan ini.

"Tapi yang KW-1,".

Jus kacang ijo ini tidak bisa disimpan berhari-hari. Konon ceritanya, yang dimiliki pesawat Kepresidenan ini cuma bertahan sehari. Teman yang jual itu, menyebut jus serupa yang ditawarkan bertahan 3 hari.

Kembali ke pesawat. Ketika mbak-mbak pramugarinya menawarkan mau minum atau tidak, maka yang pertama kami cari adalah apakah jus kacang ijo masih tersedia.

Jika di atas nampan itu jus kacang ijo habis, kami akan selalu bertanya "Apakah persediannya masih ada?". Jadinya, kami memilih jus itu diambil lagi, ketimbang memilih jus yang lainnya. Tapi seringnya memang ludes sebelum di deretan terakhir. 

Comments