Hoax Adalah Musuh Bersama. Mari Kita Melawan Bersama. Follow @agusmbojo

Friday, July 28, 2017

Girl Band SNSD. Sumber: wikipedia
Banyak orang Indonesia, menggandrungi suatu yang berbau Korea. Dari film nya, artisnya, budayanya, hingga lagu dan penyanyinya. Saya sendiri pernah nonton film Korea, cuma Full House. Tertarik karena kecantikan pemeran perempuannya, Song Hye Kyo yang berperan sebagai Han Ji-Eun.

Korea, baik itu lagunya, film nya, hingga artis-artis dan berbagai acaranya, hampir tiap hari akrab dengan saya. Itu karena mantan pacar, salah satu penggemar Korea bersama jutaan penggemar lainnya di Indonesia.

Naik KRL, nonton film Korea. Naik motor, dengarin lagu Korea. Libur di rumah sambil setrika di depannya nonton Korea. Laptop kerja saya, full untuk dia nonton Korea.

Walau 'dikelilingi' dengan Korea-korea an, jujur saya tidak tertarik. Orang bilang artis Korea cantik-cantik, iya. Tapi bukan berarti suka dengan film dan segala entertain mereka. Eh, tidak suka atau belum suka ya?....

Nah, tepat hari ini, Jumat 28 Juli 2017, terpaksa saya harus googling, baca-baca, atau mencoba memahami sedikit soal Korea. Lho kok bisa? Ya karena tiba-tiba agenda Bulan Kemerdekaan selama Agustus 2017, salah satu yang akan mengisi adalah artis Korea.

Akhirnya, jadilah dua berita tentang Korea. Dan...nampaknya kantor suka. Berita di kirim, hanya hitungan menit langsung naik. Ajaib, jarang terjadi, hahahaha... sudah gitu, HL lagi di halaman depan, dua-duanya lagi. Lebih ajaib lagi ini...

Dua berita itu berjudul (http://www.viva.co.id/showbiz/gosip/940654-artis-artis-top-korea-meriahkan-hut-kemerdekaan-ri-ke-72) dan (http://www.viva.co.id/showbiz/musik/940685-girlband-korea-snsd-ikut-acara-17-agustus-di-indonesia)..




Awalnya, Pak Triawan Munaf, bapaknya Sherina Munaf, Kepala Badan Ekonomi Kreatif, mengatakan pada 18 Agustus 2017 pukul 19.00 WIB sampai 19.30 WIB, akan ada countdown Asian Games 2018 dimana kita, Indonesia, jadi tuan rumah.

Artis-artis yang diundang, tentu dari dalam negeri seperti si cantik Raisya (foto Raisa dan pacarnya ada di bawah)...
Ada juga Tulus, JFlow dan youtubers Indonesia. Nah, artis Korea juga diundang.

Girl Band yang diundang, adalah Girls' Generation, atau SNSD. "Emang girl band ini terkenal?" tanya ku ke teman. "Iya lah, terkenal banget itu," pinta dia tegas.

Jadilah googling-googling bentar. Ternyata, ada delapan perempuan sebagai anggotanya yakni Taeyeon, Sunny, Tiffany, Hyoyeon, Yuri, Sooyoung, Yoona, dan Seohyun.

Selanjutnya, saya tidak paham dengan berbagai gosip tentang mereka. Terserah lah, pikir ku...

Monday, July 24, 2017

Lazimnya Presiden Jokowi, ada saja agenda yang tiba-tiba. Mungkin kalau dibahasakan, ada kegentingan yang memaksa. Yang genting tentunya wartawan Istana Kepresidenan. Banyak cerita, salah satunya pada Senin 24 Juli 2017.

Agenda resmi Kepresidenan pada Senin itu hanya dua, yakni sidang kabinet paripurna yang digelar di Istana Negara. Lalu siang, pukul 14.00 WIB, memberi pembekalan kepada 729 Calon Perwira Remaja (Capraja) TNI-Polri di Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur. Mereka kemudian dilantik di Istana Merdeka, Selasa 25 Juli 2017.

Berangkat dan pulang ke Mabes TNI Cilangkap, kami ikut dalam iring-iringan RI-1. Jadi agak lebih cepat pulangnya. Namun, mobil yang membawa kami baru memasuki halaman belakang Istana, tiba-tiba sejumlah politisi yang beberapa diantaranya akrab kami kenal, berjalan dan hendak masuk ke Istana melalui sekdor atau pintu belakang.

Turun dari mobil, kami langsung berlari kecil mendekat. Walau awalnya cita-cita kami adalah makan siang (walau terlambat karena sudah lebih pukul 16.00 WIB).

 
Beberapa politisi senayan seperti Jhonny G Plate (Nasdem), Agus Gumiwang (Golkar), Robert Kardinal (Golkar), Reni Melinawati (PPP), Utut Adianto (PDIP), Nurdin Tampubolon (Hanura), maupun Sekjen Golkar Idrus Marham dan sejumlah politisi lainnya.

Tentu pertanyaannya, kenapa meraka ke sini? Ada konsolidasi soal apa? Dan hanya Jhonny G Plate yang sedikit memberi bocoran, yakni soal Perppu Nomor 1 dan Nomor 2. Sementara lainnya, termasuk Idrus yang biasanya bercuap-cuap serius kala ditanya wartawan, hanya mengajak bercanda saja.

Utut juga demikian. Si jago catur itu singkat menjawab hanya silaturahim. Nurdin Tampubolon, yang sedikit terlambat, mengaku memang baru mendapatkan undangan dari Istana hari itu juga.

Oke lah, kami tunggu. Seperti biasa, nongkrong di pilar, tempat kami memunggu para menteri maupun tamu-tamu Presiden. Satu jam lebih kurang, tidak kunjung kelihatan juga. Yang ada, malah kami mendapat informasi kalau mereka sudah keluar melalui pintu samping, melalui Wisma Negara.

FYI (for your information), pintu Wisma Negara biasanya digunakan oleh sejumlah pejabat yang enggan menyampaikan ke publik hasil pertemuan dengan Presiden. Mungkin karena menyangkut kerahasiaan negara. Atau mungkin juga ini cukup sebagai konsumsi internal mereka. Entahlah...

Usut punya usut, sebenarnya konsolidasi itu harusnya berlangsung tertutup. Artinya tidak menjadi konsumsi media. Tapi menjadi santapan media, lantaran mereka salah jalan.

"Emang harusnya masuk dari depan tadi (pintu Wisma Negara), salah masuk, masuk dari situ (sekdor samping Istana Negara)," kata Jhonny G Plate ketika dihubungi usai pertemuan.

Ya, mungkin maksud Pak Jokowi ingin agar pertemuan politik ini tidak dipublis, tapi apa daya karena memilih jalan yang salah maka keinginan itu sirna. Malah, semakin memperuncing 'konflik' antara partai pendukung dengan PAN. PAN tidak diundang dalam pertemuan itu.

Tapi saya tidak bahas soal itu di tulisan ini. Terlalu politis... Ha..ha...ha...

Arsip Tulisan

Total Pageviews

Terpopuler